Dalam waktu dekat, tepatnya tanggal 25 Juli s/d 03 Agustus mendatang. Sak_Art Siap menyelenggarakan sebuah Pameran Seni Rupa dengan mengusung tema “Rasa Masa dan Massa” dan menggandeng beberapa Perupa dari Lombok Timur untuk memajang hasil karyanya. Seperti Mustiadi, Mizan Torex, Mashur Hadi, Hendrawan, Zaen dan Wira. Beberapa perupa tersebut tergabung dalam satu komunitas yang dinamakan “SENIne”.
Pameran Seni Rupa bertajuk “Rasa Masa dan Massa” kali ini diselenggarakan ditempat yang tidak biasa.Kurator pameran memilih menggelar ekspose karya karya perupa itu di rumah-rumah warga Kampung Dalem Lauq desa Lendang Nangka.kecamatan masbagik Lombok Timur.
Ketika di wawancarai oleh suaraselaparang.com via seluler terkait lokasi pameran, Ketua Komunitas Perupa Sasak (Sak_Art), Saparul Anwar atau biasa disapa Bang Phalonk mengungkapkan,
“Sebenarnya, tidak ada filosofi memilih lokasi dirumah warga. Hanya saja jika kita menyelenggarakan pameran diluar takut akan menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan karena kita kan masih di masa pandemi.Oleh sebab itu, kami memilih lokasi dirumah warga. Sehingga, bisa di kontrol sesuai dengan protokol.”turut Phalonk.
Lukisan dari beberapa genre akan dipajang dalam pameran ini. Seperti, lukisan dengan genre Realism, Abstract, Naivism, dan Komik.
Perkembangan Seni Rupa di Lombok Timur sudah cukup berkembang dengan baik. Akan tetapi, kurangnya wadah yang menampung atau support dari pihak lain mengakibatkan para perupa stuck dan tidak tahu hendak dibawa kemana dan mau apa komunitas seni rupa. Oleh karena itu, Komunitas Perupa Sasak (Sak_Art) menyelenggarakan Pameran Seni Rupa “Rasa Masa dan Massa”.
Saparul mengungkapkan, “jika kita berbicara masalah idealisme, para Seniman menganggap pandemi ini adalah ajang dimana para pekerja seni harus bertahan dengan segala situasi. Namun, jika berbicara tentang pasar, ya tentu saja para Seniman sangat dirugikan. Karena, tidak ada pemasukan atau penjualan seperti biasanya.”ujar Phalonk.
Adapun tujuan diadakannya pameran ini, adalah agar para pegiat Seni lebih kreatif, lebih liar dalam mengolah fenomena yang terjadi saat ini. Mampu mengedukasi masyarakat setempat agar lebih tahu “Apa itu Seni ?”. Sebab, sejauh ini masyarakat masih sangat awam tentang edukasi Seni itu sendiri.
Redaksi Suaraselaparang.com
