Selong,Suaraselaparang- Jika anda pegiat musik yang punya karya original tapi belum memulai mempublikasikan karyanya di Store digital seperti JOOX,SPOTIFY, iTUNES dan sejenisnya, Nah Pepadu Badjang bisa menjawab kegelisahan itu.
Berdiri di akhir tahun 2016 , pepadu badjang hadir sebagai agregator bagi para pegiat musik dan musisi lokal yang memiliki karya original di Nusa Tenggara Barat , agregator adalah fasilitator yang bertugas menyebarkan karya-karya original tersebut ke jaringan management dan publikasi Store digital seluruh dunia seperti JOOX,SPOTIFY, ITUNES dan sejenisnya,sehingga karya – karya pemusik NTB dan lombok bisa dinikmati di seluruh dunia melalui digital store .
“Sebenarnya Pepadu Badjang ini adalah perpanjangan dari program yang saya dan teman teman buat di Jogja, saat itu di Jogja namanya “Sasak Movement”.Pepadu Badjang didirikan untuk menjadi wadah belajar, sharing,bersinergi antar pegiat musik lombok timur khususnya tapi kini terus kita kembangkan” terang Helmy Prastowo Budi pria kelahiran Masbagik 16 July 1981 tepatnya di kampung Berembun Desa Danger kecamatan Masbagik kabupaten Lombok Timur .anak muda kreatif yang pernah menempuh pendidikan di Akademi Bahasa Asing Yogyakarta ( ABAYO ) Jurusan Sastra Inggris ini kepada suaraselaparang Minggu 28 Juni 2020.
Lebih lanjut musisi yang akrab disapa Bang Helmy ini menyampaikan bahwa, Ibarat kata “Tak Kenal Maka Tak Sayang”mungkin ini yang lebih tepat buat pepadu badjang, karena selama 3 tahun ini banyak yang menganggap pepadu badjang itu adalah sebuah management artist atau dalam bahasa awamnya tukang bikin orang terkenal. Padahal itu sangat jauh sekali, H.O.Pe ( House Of Pepadu ) yang sekarang menjadi Basecamp dari Pepadu Badjang terbuka lebar bagi siapapun untuk berdiskusi,brain storming tentang karya atau planning bermusik teman teman muda,pegiat,musisi dan berbagai kalangan lainnya dimana Visi Pepadu Badjang sesungguhnya adalah mengkampanyekan bahwa “Karya itu Investasi” ,agar pegiat musik sadar bahwa membuat karya tidak semata mata tentang mencari terkenal, jadi selebritas atau money oriented akan tetapi bagaimana menjadikan karya sebagai investasi masa depan,sebagai referensi dan sebagai aset yang patut diapresiasi berbagai kalangan.
Sementara untuk target kedepan Pepadu Badjang ingin mengajak semua pegiat musik di lombok Timur untuk berani menciptakan karya, oleh karna itu salah satu tagline dari pepadu badjang adalah “berkarya itu tidak berat,yang berat adalah tidak berani mulai mencoba”.
Pada dua Tahun belakangan ini geliat musik di kabupaten lombok timur menurut founder Pepadu Badjang ini terlihat sudah cukup bagus, hal ini bisa dibuktikan dengan mulai bermunculannya banyak pegiat musik yang rajin membuat karya, mulai banyak juga Home Studio Recording serta ditambah dengan cukup banyaknya Hang Out Place atau spot-spot nongkrong semacam kafe dan kedai yang menyediakan hiburan live music,hal ini tentu merupakan kabar baik bagi perkembangan Industri Kreatif di kabupaten lombok timur.
Pepadu Badjang sendiri saat ini hingga saat ini telah mengembangkan dua divisi yaitu “Pepadu Badjang digital” yang kini mengambil peran sebagai Agregator Pertama di provinsi Nusa Tenggara Barat yang bertugas untuk membantu mendistribusikan karya original pegiat musik ke store digital diseluruh dunia secara gratis.dan divisi “Pepadu Badjang Records”yaitu studio rekaman dengan biaya terjangkau dan kualitas sound boleh diuji.
“Agregator ini kebetulan hal yg sangat baru di lombok,boleh dikatakan hampir 60% lebih musisi lokal belum mendapatkan informasi tentang adanya hal yang memudahkan publikasi dan distribusi karya-karya original mereka ke pasar digital” tutup Bang Helmy.
Redaksi suara selaparang

