Dinkes Lombok Timur: Temuan TBC pada Tahun 2022 Sebanyak 1841 Kasus

Kasus TBC

Suaraselaparang.Com - Lombok Timur. Dinas Kesehatan kabupaten Lombok Timur, menemukan sebanyak 1.841 kasus Tuberkulosis (TBC) baru dari pendataan yang dilakukan awal tahun hingga 15 Desember 2022.

Pathurrahman selaku kepala dinas kesehatan kabupaten Lombok timur mengemukakan dari temuan 1.841 kasus baru itu merupakan TBC sensitif obat dan TBC resistan (kebal) obat.

Disamping pengawasan dalam minum obat, Pihaknya juga sudah melakukan edukasi kepada keluarga yang terkena penyakit TB di jajaran puskesmas.

"Karena ini penyakit menular, Kami sudah sampaikan di jajaran Puskesmas untuk melakukan Edukasi kepada keluarga yang terkena penyakit TB ini," ungkapnya.

Ia melanjutkan Kesembuhan TB di Lombok timur cukup tinggi yaitu 91 persen, artinya bagi penderita yang patuh minum obat  akan sembuh dari penyakit tuberkulosis itu.

Untuk di ketahui basil Tuberkulosis ini dapat mati jika terkena matahari, karena Sifat dari Tiberkulosis ini akan dapat hidup lama jika berada di luar tubuh manusia terutama di daerah yang  lembab.

Dilansir dari Kemkes.go.id. Tuberkulosis (TBC) disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini menyebar ketika seseorang menghirup percikan ludah (droplet) saat penderita TBC batuk, berbicara, bersin, tertawa, atau bernyanyi.

Meski TBC dikategorikan sebagai penyakit menular, penularan penyakit ini tidak secepat pilek dan flu. Namun, ada beberapa kelompok yang berisiko tinggi tertular TBC, yaitu :

- Orang yang tinggal di pemukiman padat dan kumuh.

- Petugas medis yang sering merawat penderita TBC.

- Orang lanjut usia (lansia) dan anak-anak.

- Pengguna NAPZA

- Penderita penyakit ginjal stadium lanjut.

- Orang yang mengalami kekurangan gizi.

- Penderita kecanduan alcohol.

- Perokok

- Orang dengan kekebalan tubuh yang  lemah, misalnya penderita HIV/AIDS, kanker, diabetes, orang yang menjalani transplantasi organ, dan lain sebagainya.

- Orang yang sedang dalam terapi obat imunosupresif, misalnya penderita lupus, psoriasis, rheumatoid arthritis, atau penyakit Crohn. (R.O)

Baca berita lainnya di Google News

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama