Lombok Barat | suaraselaparang.co.id - Guna menciptakan lingkungan indah dan bersih di destinasi wisata, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) kembali menggelar pelatihan kebersihan Lingkungan Sanitasi dan Pengelolaan Sampah di Destinasi Wisata.
Acara pelatihan dibuka langsung oleh Bupati H.Fauzan Khalid didampingi Kepala Dinas Pariwisata H.Saepul Akhkam serta Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat L. Danilah. Acara ini bertempat di Hotel Montana, Jalan Raya Senggigi, Kecamatan Batulayar, Jum'at, (10/9).
Kegiatan pelatihan Ini melibatkan komunitas, penggiat sampah dan diikuti oleh 40 peserta dari beberapa destinasi wisata yang ada di Kabupaten Lombok Barat, dan berlangsung selama tiga hari, 10-12 September 2021. Sumber anggaran yakni dari Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik tahun 2021.
Selaku Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat Akhkam mengatakan kebersihan Lingkungan Sanitasi dan Pengelolaan Sampah di tempat Destinasi Wisata itu sangat penting. Tentunya dengan kolaborasi dinas dan semua pihak.
Selain itu, Akhkam juga menyebutkan kegiatan pelatihan yang dilaksanakan merupakan hasil evaluasi inventarisir dan konsolidasi program di tahun sebelumnya.
"Teman- teman inilah yang paling banyak berkolaborasi di Dinas Pariwisata dan mejadi mentor di lapangan," sebut Akhkam.
Terkait sampah ia kembali menyebutkan, problem sampah menjadi masalah semua pihak termasuk di Dinas Pariwisata.
"Jadi dinas, teman-teman pokdarwis dan pemdes desa wisata di dalamnya siap membuka diri untuk semua pihak berkolaborasi menuju Lombok Barat zero waste dan ijo nol dedoro," katanya.
Ditambahkan Akhkam, setelah dilakukan penjajakan teman-teman komunitas dan penggiat sampah yang nantinya akan memberikan pendampingan di tempat destinasi wisata. Mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Lobar itu berpesab jangan takut dengan keberadaan Mandalika, karena menurut Akhkam itu akan mendukung pariwisata secara umum di Lombok Barat.
Sementara Bupati H.Fauzan Khalid menyebut masalah sampah itu gampang sekali diucapkan tapi rillnya itu harus punya komitmen bersama, kemauan bersama dan kesadaran bersama.
Maka melalui pelatihan kebersihan lingkungan sanitasi dan pengolahan sampah untuk destinasi wisata ia harapkan para peserta dapat menjadi teladan dan pelopor di tengah-tengah masyarakat masing-masing desa.
Fauzan menyebutkan pengolahan sampah yang paling sederhana sebutnya dengan 3R reuse, reduce dan recycle. Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Dan recycle berarti mengolah kembali sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat dan berkah. Selanjutnya ia pesankan semoga hasil pelatihan para peserta dapat dijadikan sebagai inspirasi.
"Kebersihan bagian yang paling utama yang harus diperhatikan baru bagian lainnya," ujar Fauzan.
