Lombok Timur, Suara Selaparang - Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat dan Pemuda (AMDP) Geruduk kantor desa dengan menggelar aksi di kantor Desa Lenek, Kecamatan Lenek, kabupaten Lombok Timur. Kamis (12/11/2020).
Aksi tersebut sempat memanas akibat gesekan dari salah satu oknum diluar massa aksi. Tetapi hal itu berhasil diamankan oleh pihak kepolisian yang langsung dipimpin oleh Kapolres Lombok Timur AKBP. Tunggul Sinatrio S.I.K, MH bersama jajarannya dilokasi.
Panji Sekar JM selaku koordinator umum menjelaskan, aksi dilakukan guna menuntut kepada pemerintah desa untuk transfaransi permasalahan terkait Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) yang menurutnya menjadi gesekan atau keresahan ditengah masyarakat di kewilayahan Lenek tengah.
Ia juga menyampaikan bahwa yang paling janggal terkait Prona tersebut adalah tidak adanya kwitansi yang didapatkan oleh masyarakat terkait, bahkan sebagaian oknum ada yang di gratiskan.
"Padahal mereka mampu tapi kok nggak bayar" ucapnya.
Paparnya juga mengenai pengeluaran pembiayaan terkait Prona tersebut adalah rata-rata yang dibayar masyarakat ialah 350 ribu, 600 ribu, bahkan ada yang satu juta lebih.
"Tak hanya itu, kejelasan tanah yang seharusnya didapatkan oleh masyarakat yang bersangkutan pun menimbulkan pertanyaan, dibuktikan dengan tidak tertera ya luas tanah yang diterima masyarakat pada daftar Prona tersebut" pungkasnya.
Sejurus ia sampaikan pada dokumen program Prona itu hanya berisi daftar nama, alamat, uang yang dikeluarkan masyarakat, dan tanda tangan masyarakat.
"Dimana kejelasan tanahnya?" Ungkapnya.
Selain Prona ia juga menuntut transfaransi input dan output dari PAMDES.
"Ini juga sebagai keresahan masyarakat dari ujung timur dan barat."
Lebih lanjut tuntutan massa aksi juga mengenai pemberdayaan pemuda, yang hari ini menurutnya penanganan pemuda oleh pemerintah desa belum maksimal.
"Aksi ini juga kami lakukan, guna membentuk mental pemuda tanpa membuat ricuh dan ini kami buktikan dengan kondusifitas dan juga tetap menggunakan protokol kesehatan" tambahnya
Aksi berjalan lancar meski Target Pemerintahan yang ditemui PJS Kepala Desa Lenek tidak ada di lokasi, massa pun membubarkan diri setelah di mediasi oleh Tahir Royaldi selaku tokoh masyarakat.
"Kami berharap pemerintah desa kedepannya, agar lebih peduli terhadap pemuda dan masyarakatnya yang akan menyampaikan aspirasi" tutup Kordum tersebut.
Red-SS
