Selong, suaraselaparang- Upacara Pengibaran Bendera Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-75 di halaman Kantor Camat Terara, Lombok Timur berlangsung dengan sederhana dan khidmat. Upacara ini dilaksanakan pada Senin (17/8/2020) sekitar pukul 08.00 WITA dan telah sesuai dengan protokol kesehatan pandemi Covid-19.
Rangkaian acara dimulai dengan pengibaran bendera sang saka merah putih, pembacaan teks proklamasi, UUD 45 serta Pancasila, dilanjutkan amanat pemimpin upacara serta menyanyikan lagu-lagu perjuangan.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Camat Terara Lalu Budi Istiawan S.H. dalam amanatnya membacakan surat sambutan Gubernur NTB pada peringatan hari ulang tahun ke-75 kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2020 yang berisi semangat perjuangan dan rasa nasionalisme. Salah satunya adalah di tengah momentum kemerdekaan RI, masyarakat bisa mulai menyaksikan awal bangkitnya industri di NTB. Masyarakat memerlukan tekad untuk mencoba membangun industri di NTB dengan menumbuhkan keberanian untuk gagal dan bangkit kembali.
Disamping itu, Pemerintah Provinsi NTB akan memberikan ruang lebih besar bagi kreativitas anak-anak NTB, untuk membangun dan mengembangkan industri apapun. Membuka ruang kreativitas tentunya membutuhkan ongkos, baik untuk beban produksi, ongkos untuk pembelajaran dan potensi kegagalan. Semua itu harus siap ditanggung dan dimaknai sebagai suatu yang wajar dalam upaya menjadikan NTB sebagai daerah industri yang berhasil, maju dan berkembang.
Oleh karena itu, pada program JPS Gemilang dalam paket bantuan sosial menggunakan produk-produk UMKM dan industri kecil menengah lokal. Sebagai contoh dalam kebijakan JPS Gemilang Tahap I menyerap 200 UMKM/IKM/kelompok, Tahap II menyerap 535 UMKM/IKM/kelompok dan tahap III menyerap 4.673 UMKM/IKM/kelompok. Sehingga kedepan akan membuka dan memperjelas roadmap pemberdayaan IKM/UMKM pasca-pandemi.
Ada satu hal paling penting dari JPS Gemilang, yaitu tumbuhnya optimisme dan kepercayaan diri para pelaku UMKM dan IKM. Sehingga membuat masyarakat NTB sadar , bahwa UMKM Dan IKM bisa membuat masyarakat berbuat lebih banyak jika diberikan kepercayaan dan kesempatan guna menumbuhkan dan memajukan industri di NTB.
Ia menambahkan peringatan HUT RI kali ini dihadapi di tengah situasi yang sulit, yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19. “Semua orang telah berupaya mencari jalan keluar dari serangan wabah ini. Tapi, belum ada satu pihakpun yang mampu menemukannya,” ucapnya.
Terakhir ia menyampaikan hikmah yang dapat dipetik dari pandemi Covid-19 ini adalah pentingnya memperkuat kolektivitas masyarakat. Sebab pandemi Covid-19 hanya bisa dihadapi dengan kekuatan bersama baik pemerintah, dokter, perawat, pakar-pakar dan tenaga kesehatan.
( SS-03 )