Selong,SuaraSelaparang - UPT Dikbud Kecamatan Montong Gading melakukan Kegiatan Workshop Penanganan Covid-19 Berbasis Sekolah, Selasa (7/7/2020). Kegiatan ini di laksanakan atas kerjasama Dinas DIKBUD Kabupaten Lotim dengan Dinas Kesehatan.
Turut hadir dalam acara ini yang sekaligus sebagai nara sumber yaitu Kasi Kebudayaan, pihak Dikes Lotim dan Pihak Puskesmas Montong Betok. Workshop ini di ikuti oleh 38 Kepala Sekolah SD dan SMP se-kecamatan Montong Gading dan 38 orang guru yang bertugas sebagai Pembina UKS di masing-masing sekolah.
Workshop ini di selenggarakan dengan maksud supaya kepala sekolah dan guru bisa menjadi garda terdepan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 terutama di sekolah dan juga untuk memberikan referensi kepada pihak sekolah dalam penaganan pandemi Covid-19. Sebagaimana di ketahui pelaksanaan tahun ajaran baru 2020/2021 akan mulai di laksanakan pada tanggal 13 Juli 2020.
Kepala UPT Dikbud kecamatan Montong Gading Ardian Ansari, S.Pd. menyampaikan bahwa Workshop ini di lakukan di semua kecamatan di Lotim. Pada hari ini di lakukan di 3 kecamatan yaitu kecamatan Montong Gading, Masbagik dan Pringgabaya.
“Kita di berikan jadwal kemarin waktu rapat hari jum’at di Aula Handayani Dinas Dikbud, kemudian kita di berikan daftarnya dan siapa nara sumbernya” terangnya.
Dalam Workshop ini para kepala Sekolah juga diberikan Beberapa teknik belajar di era new normal yang akan di terapkan di sekolah sesuai dengan instruksi dari Kadis DIKBUD Lotim yaitu proses belajar di sekolah akan di lakukan dengan menggunakan sistem Shift. Dimana shift yang pertama akan di mulai pukul 07:30 – 10:00 sedangkan shift kedua di akan mulai pukul 10:30-13:00.
“ Shift yang kami maksud yaitu misalkan di SD siswa kelas 1,2 dan 3 akan belajar pada shift pertama sedangkakn kelas 4,5 dan 6 akan belajar pada shift kedua” jelasnya.
Hal yang paling di utamakan adalah bagaimana menyambut anak-anak pada saat datang di sekolah. Yang nantinya sebelum masuk ke lingkungan sekolah, pihak guru akan berjaga di depan gerbang sekolah untuk mengecek masker dan suhu tubuh semua siswa. Kemudian siswa mencuci tangan pakai sabun ataupun mengunakan handsanitizer di sekolah.
“semua sekolah di kecamatan Montong Gading ini sudah memiliki Thermo gun dan hand sanitizer, sehingga tidak akan ada kendala dalam melakukan kegiatan penyambutan siswa ini” tuturnya.
Lebih lanjut Ardian menjelaskan Pada saat proses belajar mengajar shift pertama berlangsung, gerbang sekolah di tutup sehingga tidak ada kerumunan di halaman sekolah. Begitu shift pertama selesai maka anak akan langsung pulang dan di gantikan shift kedua dengan prosedur yang sama dengan shift pertama.
“Tujuannya untuk mengantisipasi kerumunan anak, Itu yang di harapkan sehingga workshop ini di laksanakan” ungkap Ardian.
Terakhir beliau menjelaskan jika hari pertama masuk sekolah, siswa akan membawa surat pernyataan yang di tandatangani oleh orang tua/wali murid yang berisikan apakah orang tua mengizinkan atau tidak mengizinkan anaknya masuk sekolah. Pihak sekolah tidak boleh menekan maupun memaksa orang tua murid untuk mengizinkan anaknya masuk sekolah. Sehingga jika ada orang tua / wali murid tidak mengizinkan anaknya masuk sekolah karena khawatir akan Covid-19, maka pihak gurulah yang akan berkunjung ke rumah siswa untuk memberikan materi pelajaran.
“Istilah pak Kadis, “Merdeka Belajar”, orang tua boleh memiliki opsi memberikan izin anaknya atau tidak, itu kembali ke orang tua. Pihak sekolah hanya menerima apapun keputusan dari orang tua murid” tutup Ardian.
( SS-03)
