Mataram, suaraselaparang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Mataram, sejauh ini sudah mempersiapkan segala macam kebutuhan untuk mensukseskan pilkada mendatang, termasuk pembiayaan dan logistik yang diperlukan dalam pilkada.
Terkait Dana Anggaran, Hasan Basri Selaku ketua Bawaslu kota mataram, Selasa (07/07/2020) menyampaikan bahwa "Kami sejauh ini tetap memfinalkan jumlah anggaran, walaupun ditengah pandemi Covdi-19 kami optimis mampu menyelenggarakan kegiatan pilkada dengan anggaran 8,7 milyar, "ungkapnya.
Sejauh ini alhmdulillah "kami sudah siap dengan anggaran 8,7 miliyar tadi,
Itu pun anggaran sebelum corona melanda."ucapnya.
Tentu pandemi ini akan mempengaruhi anggaran sebelumnya, tapi "kami tidak mau mengambil pusing, mengingat juga pemkot lagi fokus sma penanganan Covid-19, jadi kami tidak ingin menambah beban."Tambahnya.
Untuk kebutuhan tambahan, kami butuh APD apalagi berbicara tentang pilkada ditengah pandemi, tapi kami tidak mengajukan anggaran tambahan.
Adapun anggaran untuk APD dan Honorarium kami butuh 900 juta, namun yang 900 juta itu kami ambil dari dana Perjalanan dinas dan sosialisasi yang 8,7 Milyar itu, jadi kami tidak mengajukan dana tambahan ke NPHD ."ujarnya.
Untuk APD dan Anggaran Honororium senilai 900 juta itu sudah kami belanjakan dan sudah kami siapkan semua untuk Pilkada mendatang ini, dana 8,7 milyar itu akan benar-benar kami manfaatkan dengan baik, Mungkin pengajuan penambahan dana akan kami lakukan apabila jumlah TPS yang sudah ditetapkan 725 mengalami penambahan. Kalau tidak ya kami tetap menggunakan anggaran 8,7 milyar tadi."jelasnya lanjut
Adapun dengan strategi dan metode yang kami lakukan untuk pengenalan ke masyarakat, tentunya dengan sosialisasi yg masif, dengan turun ke desa, dengan memanfaatkan medsos, media elektronik.
Bagi mereka yang kurang akses, maka kami Harus turun melakukan sosialisasi ke tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, perempuan dan lain-lain, lalu mereka yang menjelasakan kembali ke masyarakat secara meluas"Jelasnya.
Sehingga Harapan kami untuk masyarakat atau pemilih adalah mereka harus tetap punya semangat optimis walapun Pemilihan kali ini di masa pandemi, untuk para balon kami berharap juga ikut mensosialisasikan Pilkot dengan mengedepankan integritas, ajakan ke masyarakat untuk saling menghormati dan menjauhi Hoax, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,"Tutupnya (SS-04)
