Kesik, suaraselaparang - Kabupaten Lombok Timur memang kaya akan potensi pertanian. Dengan lahan yang subur daerah Lombok Timur sangat potensial untuk seluruh jenis tanaman. Tak hanya padi dan jagung, tanaman tembakau juga menjadi komoditi yang dibidik para petani.
Salah satu petani yang sukes bertani tembakau adalah Haji Pii (48), warga Peresak, Desa Kesik, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Menggeluti budidaya tembakau Kasturi Cobra sejak 4 tahun yang lalu, bapak satu anak ini kini berhasil meraih sukses dan membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. Tercatat kini ada sekitar 100 orang warga yang bekerja untuknya.
"Alhamdulilah, dengan kerja keras dan konsistensi sejak tahun 2016 saya tidak pernah beralih dari tembakau Kasturi Cobra. Saya tanam varietas tembakau Kasturi Cobra dan bisa kirim 30 ton ke Perusahaan Rokok, mitra petani tembakau Kasturi Cobra,” ungkap Haji Pii saat ditemui di rumahnya, minggu (21/06/2020
).
Haji Pii berkisah, awal mula dirinya menggeluti budidaya tembakau Kasturi Cobra berawal dari perjalanannya ke pulau jawa untuk menjual hasil produksi tembakau virginia dan dalam perjalanannya tersebut dia menemukan varietas baru tembakau lokal yang kualitas daunnya lebih bagus dari tembakau virginia, karna melihat bentuk daun yang mirip daun tembakau kasturi. Bentuk daunnya yang panjang sampai melengkung seperti kepala cobra, maka Haji Pii memberinya nama varietas tembakau baru tersebut dengan nama Kasturi Cobra di tahun 2016 silam.
Semenjak itu dirinya mulai melakukan pembibitan dan mulai menanam tembakau kasturi cobra tersebut karna tertarik setelah melihat tembakau Kasturi Cobra memiliki banyak potensi ekonomis. Sejak saat itu mulailah Haji Pii, sapaan akrabnya, meninggalkan tanaman tembaku Virginia, dan beralih ke tanaman tembakau Kasturi Cobra.
Dalam bertani tembakau Kasturi Cobra, Haji Pii juga sangat kreatif. Beragam inovasi dia terapkan diantaranya penggunaan peralatan pertanian yang modern. “Tembakau ternyata lebih menjanjikan, keuntungannya luar biasa, dan kini 4 hektar sawah saya tanami tembakau Kasturi Cobra semuanya. Untuk prosesnya saya pekerjakan warga sekitar, karena tembakau itu tidak bisa sendiri, butuh tenaga banyak karena prosesnya budidaya, pemeliharaan, hingga pasca panen meliputi menjemur, hingga packing,” paparnya.
Tak hanya menciptakan lapangan kerja, kisah sukses Haji Pii bertani tembakau juga menular ke petani lainnya. Kini warga sekitar kampungnya dan warga di luar kampungnya banyak yang mengikuti jejak Haji Pii bertani tembakau kasturi cobra. Belakangan, para petani ini bersama Haji Pii mendirikan Kelompok Tani yang diberi nama Gapoktan “Kesik Bersatu”.
"Saya senang banyak warga sini yang ikut bertani tembakau kasturi Cobra. Saya selalu berpesan kunci kesuksesan yakni kerja keras, telaten dan berdoa,” ujarnya. (special for SS
)