Lalu Marta Jaya selaku Kepala Dinas Sosial Lobar menungkapkan hal itu pada hari senin (22/06) "Insya Allah (penyaluran sembako JPS Mantap ini akan kita laksanakan pekan ini) dan hari ini kartunya sudah mulai dibagikan,"Tuturnya.
Setelah kartu JPS Mantap tahap II dibagikan, maka keputusan penyaluran sembako tergantung ke pemerintah desa. Mengingat dalam proses pengadaan paket sembako ini, Pemkab Lobar bekerja sama dengan BUMDes masing-masing desa.
Akan tetapi sebelum penyaluran dilakukan terlebih dahulu kami akan cek kondisi sembako yang akan dibagikan serta mengecek kesiapan BUMDes setelah pembagian kartu usai. Untuk jumlah paket sembako yang akan dibagikan pada tahap II ini sebanyak 15.000 paket jumlahnya hampir sama dengan tahap I. "Jelasnya
Sebelumnya juga, pelaku UMKM asal Desa Langko Abdul Hadi mengungkapkan harapaannya agar produk UMKM yang ada di Lobar diakomodir dalam paket JPS Mantap. Mengingat tak ada produk UMKM yang diserap Pemkab Lobar dalam penyaluran JPS Mantap.
Akibatnya, para pelaku UMKM hanya menjadi penonton. Terlebih dengan dampak corona saat ini, pelaku UMKM semakin terpuruk. "Bahkan bukan tidur lagi,tapi pingsan,"bebernya
Justru yang mengakomodir produk UMKM Lobar adalah pemerintah Provinsi NTB melalui program JPS Gemilang. Pemerintah Provinsi memesan produk serbat jahe LBS hingga ikan kering untuk dibagikan kepada warga yang menerima bantuan paket JPS ini.
Bahkan kehadiran pemerintah Provinsi dinilai lebih memberdayakan UMKM. Beda halnya dengan Pemkab Lobar yang justru dinilai tidak memeperhatikan UMKM Lokal yang ada. Seharusnya, Jika Pemkab Lobar meniru program provinsi, maka semua UMKM yang kini sedang pingsan di Lobar bisa bergairah dan menggeliat.
"Harapan kami kedepannya JPS Mantap ini bisa seperti JPS Gemilang. Ini bukan untuk kepentingan saya pribadi. Tapi ayo berdayakan para pelaku UMKM yang potensial di Lobar ini, "pungkasnya
(SS-04)
